Tags

,

Setelah Soeharto wafat, majalah tempo, membuat edisi khusus seoharto. Anehnya pada edisi ini, yang khusus dipersembahkan kepada mendiang Soeharto adalah sampul muka majalah tempo.   Saya lihat sekilas waktu sedang terjebak macet di lampu merah, tapi sayang, tukang korannya tidak mendengar ketika Saya panggil. Akhirnya dengan susah payah, Saya dapat juga edisi ini di Gramedia Matraman, itupun tinggal 1 eks, sebelumnya saya sudah menjelajahi Kelapa Gading dan Rawamangun. Tapi puas juga karena akhirnya Saya dapat edisi khusus ini.

Sepintas pun semua orang akan tahu, lukisan apa asalnya ini dan siapa seharusnya yang berada di tengah. Ya, ini lukisan Leonardo da vinci yang sempat bikin heboh karena novel best seller Dan Brown, Da Vinci Code. Tapi tempo membuat lukisan yang mengejutkan, ya. Semua tokoh pada lukisan the last supper diganti menjadi orang-orang yang sangat dikenal di negeri ini. Siapa lagi kalau bukan Soeharto dan anak-anak Cendana.

Sekedar ingin membandingkan, Saya ambil lukisan asli the last supper dari website lain. Dan ini hasilnya. Ingin membandingkan? Silahkan bandingkan sendiri.

Jumlah orang yang mengelilingi Yesus, tentu saja murid-muridnya, 12 orang. Sementara Soeharto dikelilingi oleh 6 orang anaknya. Yesus diapit oleh 6 orang di kiri dan kanan, Soeharto diapit 3 orang di kiri dan kanan beliau. Posisi 3 orang di kiri Soeharto dan Yesus, hampir sama. Dimana Mbak Tutut menengok ke kiri dan mendengarkan bisikan adiknya, Tommy. Hanya tangan Mbak Titi yang berbeda.

Sebelah kanan juga nyaris sama posisinya. Yang berbeda hanya tangan Bambang yang tidak mangacungkan jari telunjuknya.

Warna pakaian memang berbeda, namun ada juga yang hampir sama.

Lihat kaki-kaki mereka dibawah meja. Lihat juga yang ada di atas meja.

Saya tidak mengerti, pelukisnya mengambil the last supper dan mengganti orang-orangnya karena apa.  Kenapa musti Soeharto? Dan kenapa musti “The Last Supper”? Kenapa bukan lukisan yang lain?  Bukannya lukisan itu melambangkan religi, khususnya kristen?  Apa masyarakat kristen dunia tidak marah dengan lukisan ini? 

Yang jelas gambaran yang cukup eye catching dan menaikkan oplah majalah tempo, terbukti Saya susah sekali mencari majalah ini, habis dimana-mana.

Jadi ingat lukisan nabi Muhammad yang dipublikasikan di Denmark dan masyarakat muslim dunia melakukan demontrasi karenanya.  Penghinaan.  Pelecehan.  Itu yang dirasakan umat muslim dunia, karena Nabi yang disanjung digambarkan sedemikian rupa, dengan wanita dan bom. Selengkapnya baca : http://en.wikipedia.org/wiki/Jyllands-Posten_Muhammad_cartoons_controversy.

Semasa hidupnya, Arswendo pernah di penjara karena melakukan penelitian mengenai orang terpopuler pada saat itu.  Sesuai dengan hasil penelitian saat itu, Soeharto menjadi orang nomor satu terpopuler, mengalahkan Nabi Muhammad.  Semua di muat ti tabloid monitor.  Seluruh muslim di negeri ini mempertanyakan metode yang dilakukan oleh tabloid monitor dan hasilnya, Arswendo harus mengenyam pendidikan di balik jeruji besi.  (Lengkapnya baca : http://www.cd.sc.ehu.es/FileRoom/documents/Cases/139monitor.html)  Agak mengherankan memang penelitian yang dilakukan oleh tabloid monitor saat itu, karena dalam bukunya “100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah” oleh Michael H. Hart, Nabi Muhammad adalah orang nomor 1. 

Tambahan : 

Berita terakhir di televisi malam ini, jadi tulisan ini saya edit.  Ternyata majalah tempo akan melakukan permintaan maaf pada edisi minggu depan kepada umat kristiani, karena dimuatnya gambar Soeharto dalam edisi tempo kali ini.

Advertisements