Ini pengalaman pribadi.

Awalnya Saya diberitahu oleh tetangga, 4-5 orang lah, yang sudah mengurus SIM lebih dahulu, katanya begini, ” Asik lho sekarang ngurus SIM nggak pakai banyak biaya, cukup biaya yang normal saja. Nggak ada acara nembak-nembak. Polisinya lagi dijagain sama KPK!” Wah oke juga nih Saya piker.

Pagi ini Saya berangkat coba-coba ke Daan Mogot. Wah makan waktu 2 jam lebih kesana, maklum rumah Saya cukup jauh di Cakung. Sesampainya disana memang, kita hanya perlu bayar Test kesehatan Rp 10.000 lalu lanjut Asuransi Rp 15.000, kemudian kita bayar untuk biaya pembuatan SIM Baru Rp 75.000 (perpanjangan hanya Rp 60.000) dan langsung isi formulir. Setelah itu kita langsung ke ruang ujian tertulis

Waktu Saya lagi cari-cari ruangan, tiba-tiba ada polisi yang menawarkan, Rp 300.000 sampai selesai, nanti ujian tulisnya saya bantu, pokooknya tahu lulus deh! Begitu katanya. Tapi dasar Saya keukeuh sumekeh, Saya tetap mau ujian tulis aja, karena kata tetangga tadi, ada KPK Polisi nggak bias berkutik! Tapi aneh.. kok ada oknum yang menawari Saya dan langsung menyebut nominal?????

Akhirnya Saya mengikuti ujian tertulis, 15 menit. SOALNYA BETUL_BETUL SANGAT MUDAH. Dengan logika kita bias tahu pilihan jawabannya pastilah A, B atau C! Tapi ternyata begitu diumumkan, Saya tidak lulus! Nilainya 17! Sementara lulus butuh nilai 18! Kurang 1 angka. Banyak juga yang bernasib sama. Tiba-tiba ada yang menarik Saya, “Mbak katanya kalau mau dilulusin harus ke belakang!” Hah? Saya ikut saja. Di belakang telah menunggu seorang, dan mengatakan, kalau mau dibantu sampai selesai yaaa Rp 300.000! Ya ampuuuuuun gagallah sudah niat saya menjadi warga Negara yang baik. Jelas-jelas sudah ini system sogok menyogok. Dan kecurigaan saya adalah UJIAN TERTULIS TIDAK DIPERIKSA OLEH OKNUM POLISI, TETAPI LANGSUNG DINYATAKAN TIDAK LULUS. Ini karena berdasarkan penelitian lapangan. Ada yang sudah 4x ujian tertulis, tapi dia bias dinyatakan lulus pada saat KPK ada disana, dan apa yang diisikan persis sama dengan waktu dia dinyatakan tidak lulus. Halah! Apalagi ini!

Karena Saya malas untuk bolak balik, akhirnya Saya lakukan saja sesuai dengan prosedur mereka. Dan memang benar, hasil ujian tertulis langsung diganti oleh mereka dan diberikan nilai kelulusan 19! Hehe…. Ternyata kalau mau lulus harus tetep pakai uang pelicin.

Saat uji praktek, Saya bersama dengan 4 orang lainnya dinaikkan dalam 1 mobil. 2 orang perempuan yang menyetir mobil kami, Saya katakana seharusnya tidak lulus. Karena apa? Begitu memasukkan gigi 1, mobil langsung lompat dan mati! Mau jalan lagi, lompat lagi. Begitu melakukan pengereman, tempat duduk barisan 2 langsung menyeruduk bangku depannya! Haha… mereka di nyatakan LULUS! Karena apa? Pasti sudah pada tahulah!

Obrol punya obrol dengan sesama yang mengurus SIM, ternyata mereka juga akhirnya bayar karena sudah 4 kali tidak lulus, bahkan ada yang 6x tidak lulus, begitu bayar, semuanya lancer!

So, buat yang mau ngurus SIM baru di Daaan Mogot, lebih baik bayar dari awal, jadi nggak perlu capek kesana kemari. Tinggal duduk manis dan nggak perlu isi kertas ujian SIM dengan benar, asal coreat aja! Habis gitu… LULUS dan dapat SIM kita. Haha…

Welcome to Indonesia!