Baca KOMPAS hari ini di kolom pembaca.  Ada yang menjadi korban penipuan karena lowongan pekerjaan.  Mereka beriklan di koran nasional.  Kemudian manggil para pelamar dan setelah itu dijanjikan akan dicarikan pekerjaan yang cocok dengan kualifikasi yang dimiliki. Tapi begiru selesai wawancara, sang pelamat dimintai biaya administrasi sebesar Rp 200.000.  Lalu suruh tanda tangan surat perjanjian bahwa :

  • tidak akan ada telepon atau surat menyurat dari pelamar kepada mereka
  • jika ada lowongan mereka yang akan memanggil si pelamar.
  • Jika telah berhasil bekerja, maka wajib membayar Rp 300.000

Wah ini mah jelas penipuan! Tapi kondisi lagi parah begini, pasti banyak pengangguran yang udah desperado untuk mendapatkan pekerjaan ya.  Akhirnya manut dengan aturan seperti itu.

Dulu, sekitar tahun 1997, Saya yang baru lulus kuliah S1 juga pernah mengalami hal yang serupa.  Lowongan di pasang di koran KOMPAS, dan lokasi perusahaan di slipi, atau sekitar MTA (lupa- masuk ke jalan kecil – kantornya disulap dari rumah biasa).  Saya di wawancara sebentar sekali, aneh! Lalu disuruh membayar Rp 28.000 setelah itu saya tidak pernah dihubunggi. 

Untuk yang sedang mencari pekerjaan agar hati-hati dengan para penipu seperti ini. 

Advertisements