Wah baru kali ini Saya menyaksikan secara langsung penjambretan tas wanita (ibu-ibu) dengan menggunakan motor.

Di depan rumah susun Pulo Mas (sekarang sudah tidak ada lagi) dekat perempatan kelapa gading, perintis kemerdekaan.  Saya sedang naik taksi dan asik ngobrol dengan pengemudi.  Tiba-tiba saja kami dikejutkan oleh motor yang berada persis di sebelah kami.  Jalan motornya tiba-tiba tidak terkendali dan meliuk-liuk.  Saya kaget setengah mati, “Astagfirullah… itu motor kenapa Pak…aduh awas ntar malah kita nabrak motor….!!!” Sang supir malah lebih kaget lagi, “Ya ampun bu,,, itu ibu-ibu yang di motor tasnya di jambret!”

“Ya ampuuun…” Saya lihat sang ibu sedang berjuang mempertahankan tasnya dari sang penjambret.  Sekejap saja, sang penjambret tidak berhasil membawa lari tas si ibu.  Akhirnya sang penjambret membelok ke arah perintis kemerdekaan, sedangkan kami dan motor tersebut mengarah ke kelapa gading.

Sang penjambret memperlambat jalan motornya dan melihat ke belakang, ke arah korban.  Saya melihat dengan jelas wajah sang penjambret, masih sangat sangat muda! Wah! Saya seperti baru tersadar mengambil HP, maksudnya mau mengabadikan wajah sang penjambret.  Tapi terlambat, sekelebat mereka sudah menghilang.

Sementara ibu yang dijambret dan suaminya seperti baru tersadar.  Bebeapa detik kemudian mereka baru memutuskan untuk menyusul sang penjambret.  Dan semuanya menghilang dari pandangan Saya karena arah yang mereka ambil berbeda dengan taksi yang saya tumpangi.

Hm.. beberapa waktu lalu Saya baru melihat adegan di TV bagaimana caranya wanita mempertahankan diri jika tasnya di jambret di jalan.  Sayangnya, kejadian sekejap tadi menurut Saya betul-betul HARUS mengandalkan gerak reflek kita.

Untuk itu, para wanita jika dibonceng naik motor harap hati-jati, ekstra hati-hati! Jangan menaruh tas di samping badan, sehingga dapat di sambar dari luar.  Taruh tas harusnya di antara badan penumpang dan badan kita, sehingga sulit bagi penjambret untuk mengambilnya!

Waspada! Ini Jakarta!