http://m.detik.com/read/2010/10/13/181037/1464168/10/-jamaah-asal-medan-ditipu-di-sekitar-masjid-nabawi-rp-15-juta-raib

Ternyata yang namanya oknum memang bukan hanya di indonesia!

Agar menjadi pelajaran bagi jamaah haji kita, aamiin.

Madinah – Dolla Tanjung sangat-sangat bersedih. Mata jamaah haji asal Medan itu masih merah. Uang Rp 15 juta yang dimilikinya hilang diambil orang tidak dikenal. Hanya tersisa Rp 48 ribu yang dimiliki Dolla kini. Padahal ia baru satu hari berada di tanah suci.

Dolla menjadi korban jaringan kriminalitas terhadap jamaah haji di sekitar Masjid Nabawi, Madinah. Ceritanya, usai salat subuh, Rabu (13/10/2010), jamaah kelahiran 13 April 1934 itu keluar dari Masjid Nabawi. Dolla ingin menuju pemondokannya di Sektor 2 Madinah.

Namun Dolla kebingungan karena tidak tahu jalan menuju pemondokan. Saat bingung tersebut, ada orang naik mobil mendekatinya dan menawarkan bantuan. “Orang itu bertanya apakah saya orang Indonesia, ia lalu mengajak saya naik mobilnya. Setelah 100 meter, saya diturunkan,” kata Dolla dalam bahasa daerah.

Dalam mobil, sang sopir yang mengenakan baju jamaah Indonesia dan pandai berbahasa Indonesia itu pura-pura menanyakan indetitas Dolla. Ia mencari kertas yang katanya menjadi pengenal Dolla agar memudahkan mengantarkan ke pemondokan. Tidak menemukan apa yang dicari, si pria lalu memperhatikan dada Dolla yang menonjol.

“Dia tanya itu apa, saya jawab uang, ia lantas mengambilnya,” cerita Dolla sedih. Uang yang diambil dari Dolla berupa Rp 10 juta dan sekitar 1.500 Riyal. Untungnya saat sedang menangis di tengah jalan, Dolla ditemukan petugas haji dan kemudian diantar ke pemondokan haji terdekat.

Kasus kriminal di sekitar Masjid Nabawi makin meningkat setelah kedatangan jamaah haji. Biasanya para penipu ini beroperasi  usai salat subuh dan malam hari saat jamaah kebingungan untuk pulang. Usai subuh dan malam hari, biasanya jamaah yang baru datang dan menjalankan salat di Masjid Nabawi, memang masih kebingungan dan menjadi sasaran empuk komplotan penipu.

Modusnya bermacam-macam, mulai dari menawarkan bantuan mengantar ke pemondokan, menjual pulsa sampai memberi jasa penukaran uang riyal.

Terhadap kasus kriminalitas di tanah suci ini, para jamaah haji diminta lebih waspada agar tidak menjadi korban. Bila meninggalkan pemondokan, jamaah diimbau tidak membawa banyak uang. Satuan petugas pengamanan petugas haji pun sudah disiapkan untuk mengantisipasinya.

“Jangan mudah percaya pada orang-orang yang menawarkan jasa bantuan, tukar uang atau jual pulsa. Lebih berhati-hatilah,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib.

Untuk mengantisipasi kasus serupa terulang, Subakin mengintruksikan untuk memperketat pengamanan jamaah haji di sekitar Masjid Nabawi.

Calo Dam Ditangkap

Sementara itu seorang pria dari empat orang yang diduga merupakan calo dam atau denda pada jamaah haji ditangkap petugas keamanan. Sang calo, Musleh Jauharudin menyamar dengan memakai baju seragam jamaah haji Indonesia. Saat ditangkap, ia sedang membicarakan tarif dam jamaah sebesar 300 riyal dan menawarkan kartu perdana zain.

“Ini modus lama. Agar jera untuk tahun ini pelaku kita sel saja,” kata Kepala Pengamanan Madinah Kasmudi.

Jamaah Mengamuk

Selain kasus kriminal, kasus haji di Madinah juga diwarnai seorang jamaah yang mengamuk. Jamaah tersebut seorang perempuan, Satunia, asal Gowa. Saat di bus, ia berteriak-teriak ingin langsung ke Makkah untuk melihat Masjidil Haram dan tidak mau tinggal di pemondokan Madinah terlebih dulu.

“Ia berteriak ke Haram…Haram…,” kata Ketua Rombongan Haji Satunia, Abdul Jabar Hijaz.

Perempuan bertubuh mungil itu juga melukai pimpinan rombongan dan petugas yang ingin menolongnya. Ia meronta-ronta sambil mengacungkan garpu dan menendang ke sana ke mari. Satunia lalu dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) untuk diberikan perawatan. Di BPHI, selain melayani kesehatan fisik juga disediakan ruangan untuk terapi kejiwaan