http://m.kompas.com/news/read/data/2010.12.14.18090846

 

Sekelompok pencuri rumah yang kerap beraksi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir ditangkap Kepolisian Resor Kota Yogyakarta. Kawanan ini memakai modus pura-pura menjadi pengantar barang sebelum menggasak rumah korban.

Kawanan beranggotakan sembilan orang asal Sumatera Selatan ini ditangkap sepanjang Senin (13/12/2010) di dua lokasi terpisah di Kota Yogyakarta. RN, pemimpin kelompok ini, harus ditembak kaki kirinya karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap.

“Masih terdapat dua anggota kelompok ini yang telah diketahui identitasnya dan dalam pengejaran,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Saiful Anwar, Selasa (14/12/2010).

Lebih jauh, Saiful menjelaskan, kelompok ini menggunakan modus pengalihan perhatian saat menyasar rumah para korbannya. Mereka berpura-pura menjadi pengantar dan pemasang barang, seperti karpet atau gorden, untuk mengelabui pembantu atau anggota keluarga penunggu rumah.

“Biasanya mereka akan bilang disuruh memasang karpet atau gorden oleh bapak itu atau ibu itu. Setelah korban percaya dan mempersilakan masuk, anggota kawanan mulai beraksi menggasak barang-barang berharga di rumah. Namun, belum ada laporan kekerasan terhadap korban,” kata Saiful.

Dari kelompok tersebut disita pula berbagai hasil kejahatan mereka, seperti laptop, jam tangan, perhiasan, telepon seluler, dan uang tunai jutaan rupiah. Para tersangka juga menggunakan sejumlah peralatan, seperti obeng baja, kunci inggris, dan kunci T.

Dari hasil penyelidikan sementara, Saiful mengatakan, kelompok ini setidaknya sudah beraksi di tiga lokasi di Kota Yogyakarta.

“Namun, kami yakini jumlah korban masih banyak karena terdapat laporan dari wilayah lain dengan modus serupa, termasuk di Kabupaten Bantul dan Sleman (masih wilayah Provinsi DI Yogyakarta),” katanya.