Tags

Pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB saya terima telepon dari rumah saya sendiri, katanya “Bu, Izza jatuh di sekolah, ibu disuruh menghubungi no tlp ini 081310969360.! Katanya sudah dalam perjalanan ke rumah sakit”

Karena kaget, saya langsung menghubungi no tlp tersebut. Diangkat, suara perempuan yang sedang menahan isak tangis, “Bu..ibu yang tenang ya, anak ibu gak apa-apa, ini saya sudah di rumah sakit, ibu silahkan bicara dengan dokternya..” tlp lgsg dikasih ke orang lain dan mengaku sebagai Dr Charles.

Dr Charles, “Bu..ibu tenang, anak ibu gak apa-apa.saat ini sudah kami tangani, hanya pingsan. Tadi disekolah katanya di dorong temannya dan jatuh dari tangga.  Hasil CT Scan sudah keluar, memang ada penggumpalan darah di daerah kepala belakang..”.bla bla bla….semua istilah kedokteran yang bikin saya pusing dan gak ngerti.  “anak ibu harus ditangani dalam waktu 20 menit dari sekarang, kalau tidak….”

Saya masih bingung, ini siapa yang bawa ke rumah sakit. Tapi karena panik mendengar suara perempuan nangis-nangis, saya pikir itu ibu dari temannya yang mendorong anak saya hingga jatuh dari tangga.  Saya jadi malah marah, dan bertanya-tanya “kemana tanggung jawab pihak sekolah kalau begini ceritanya?”

Si dokter terus bicara via tlp dan akhirnya bilang “bu…alat untuk menyembuhkan anak ibu tidak ada di RS ini…”

“Ini RS apa?” tanya saya

“RS Mitra Jatinegara, bu..” ini memang RS langganan saya sekeluarga.

“Jadi alat itu td sudah saya carikan dan kebetulan ada yang punya, namanya Dr Danield, ibu sekarang juga harus telepon Dr Danield ya…ingat ya bu R2…R2! catat bu no tlp nya 085310826455..”

Gemetaran saya tulis no tlp itu di hp saya yang satu lagi.

Tapi sebelum saya telepon Dr Danield itu, Saya masih bisa berfikir, “kenapa bukannya pihak sekolah yang menghubungi?” Saya langsung telepon guru dan administrasi sekolah anak saya, kiri kanan tlp on line.  Dan diangkat berbarengan!

“Miss…anak saya kenapa?”

Ke-2 2 nya mwnjawab “Kenapa bu? Nggak ada apa-apa kok…” “Anak ibu lagi belajar nih dikelas sama saya”.

“Hah?”

Sadarlah saya bahwa ini memang penipuan seperti yang sering saya baca, dan kali ini saya mengalami sendiri.  Walaupun sudah sering baca cerita, tapi mengalaminya sendiri cukup bikin panik dan lemas badan rasanya.  Gak sanggup membayangkan anak saya…

Saat saya masih on line dengan pihak sekolah, telepon saya bunyi lagi, dari si penipu, kali ini pakai no 085282167473 “Bu saya Dr Charles…”

langsung saya potong pembicaraannya “Heh! Kalau mau nipu jangan begini caranya ya!….” dan langsung dia tutup telepon!

Saya bingung kok dia tahu nama anak saya? Lalu saya telp ke rumah “tadi yang telp kasih tahu izza jatuh di sekolah siapa?”

“Td ada tlp, dari laki-laki, bilangnya gini bu ‘halo ibunya ada?’ ‘nggak ada, lagi pergi’, kalau gitu tolong dikasih tahu ya, ini dari sekolah internasional, anaknya jatuh di sekolah, sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah sakit”

ORANG RUMAH LANGSUNG BERASUMSI DAN MENYEBUTKAN NAMA ANAK YANG DIMAKSUD, “Izza jatuh?” pastinya langsung dijawab “iya…”

Jadi ternyata, mereka hanya trial and error, mereka tidak tahu nama anaknya siapa.

Kurang ajar. Mau nipu minta uang, tapi yang ini caranya benar-benar kejam!Keterlaluan! Kalau yang dihubungi punya penyakit jantung bagaimana?

Semoga tidak ada lagi korban penipuan seperti ini.

Menurut cerita ada juga yang modusnya pakai “anak/istri/suami anda di kantor polisi…karena tertangkap pakai narkoba…”

Atau, “anak bapak/ibu kecelakaan sekarang ada di rumah sakit….”